(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (13/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.860 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.825. Rupiah bearish di hari kesembilannya pada level 8,5 bulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.848 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.875, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.860.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; sempat tertekan oleh berita Powell the Fed dalam penyidikan Departemen Kehakiman AS yang kemudian mengangkat harga emas dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,95, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,89.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi membukukan rekor dengan menguat 63,580 poin (0,72%) ke level 8.948,303, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang melejit dan kenaikan harga minyak dunia oleh situasi protes besar di Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam menguat di area rekor.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.884 – Rp16.715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



