(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Selasa terbebani penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,20% pada 1.1643.
Euro ditutup turun pada hari Selasa karena penguatan dolar AS.
Namun ancaman terhadap independensi Fed membatasi pelemahan Euro setelah Ketua Fed Powell mengatakan pada hari Minggu bahwa investigasi Departemen Kehakiman AS terhadap renovasi gedung Fed berasal dari penolakannya untuk menurunkan suku bunga sebanyak yang diinginkan Presiden Trump.
Swap memperkirakan peluang 1% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 5 Februari.
Sore ini akan ada pernyataan dari pejabat ECB Guindos.
Dari AS, malam nanti akan dirilis data PPI AS bulan Oktober dan November yang diperkirakan sebagian besar tetap.
Juga akan dirilis data Retail Sales AS November yang secara bulanan diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika dolar AS terus menguat, akan menekan Euro. Juga jika malam nanti data PPI AS Oktober dan November terealisir stabil dan Retail Sales AS November terealisir naik, akan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1625-1.1608. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1669-1.1696.



