(Vibiznews – Index) – Pelemahan harga saham Wall Street terus berlanjut pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (15/1/2025) di tengah buruknya sentimen perdagangan risiko pasca laporan berita rencana pengambil alihan Greenland oleh Amerika Serikat.
Nasdaq yang didominasi saham teknologi memimpin penurunan dengan merosot 1% menjadi 23.471,75, S&P 500 juga turun 0,5% menjadi 6.926,60, sementara Dow Jones turun 0,1% menjadi 49.149,63.
Para pelaku pasar dibebani oleh kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia merespon berita anacaman Presiden Trump mengambil alih Greenland dan gejolak politik di Iran serta perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Anjloknya semua indeks Wall Street juga dibebani oleh penurunan tajam saham Wells Fargo (WFC) yang anjlok sebesar 4,6%. setelah melaporkan pendapatan kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan tetapi pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan.
Saham Bank of America (BAC) juga anjlok sebesar 3,8% meskipun perusahaan melaporkan hasil kuartal keempat yang melebihi perkiraan analis.
Citigroup (C) juga alami penurunan signifikan meskipun perusahaan melaporkan hasil kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan.
Dari laporan ekonomi AS, penjualan ritel di AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Data ritel naik sebesar 0,6% pada bulan November setelah sedikit turun sebesar 0,1% pada bulan Oktober.
Laporan terpisah juga menunjukkan peningkatan moderat pada harga produsen AS pada bulan November.
Secara sektoral, saham perangkat lunak menunjukkan penurunan yang signifikan dengan Dow Jones U.S. Software Index turun sebesar 2,4%.
Pelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham-saham jaringan dengan NYSE Arca Networking Index anjlok 1,6%.



