Rekomendasi Forex Dolar AS 15 Januari 2026 : Cermati Ketegangan Geopolitik, Data Tenaga Kerja dan Pernyataan Pejabat Fed

87

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Rabu karena penguatan yen setelah pernyataan dari pejabat pemerintah Jepang dan pernyataan dovish pejabat Fed.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,08% pada 99,05.

Dolar AS jatuh ke titik terendahnya ketika Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson mengatakan dia memperkirakan pemotongan suku bunga Fed di akhir tahun ini.

Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan, “Saya melihat inflasi melambat, pasar tenaga kerja stabil, dan pertumbuhan sekitar 2% tahun ini. Jika semua itu terjadi, maka beberapa penyesuaian lebih lanjut yang moderat terhadap suku bunga acuan kemungkinan akan tepat dilakukan di akhir tahun.”

Dolar AS masih memiliki dampak negatif dari hari Senin, di tengah kekhawatiran tentang independensi Fed, setelah Ketua Fed Powell mengatakan ancaman Departemen Kehakiman untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap Federal Reserve atas kesaksiannya pada bulan Juni tentang renovasi kantor pusat Fed adalah konsekuensi dari Fed yang tidak mengikuti seruan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga.

Namun penurunan dolar AS berkurang setelah Laporan Beige Book Fed yang optimis mencatat bahwa aktivitas ekonomi AS meningkat pada “laju sedikit hingga moderat” di sebagian besar wilayah negara sejak pertengahan November.

Dolar AS juga mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan tentang penjualan ritel, harga produsen, dan penjualan rumah yang sudah ada.

Indeks Harga Produsen (PPI) AS November untuk permintaan akhir naik +3,0% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +2,7% y/y. PPI November di luar makanan dan energi juga naik +3,0% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +2,7% y/y.

Penjualan ritel AS November naik +0,6% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,5% m/m. Penjualan ritel November di luar otomotif naik +0,5% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,4% m/m.

Penjualan rumah yang sudah ada di AS Desember naik +5,1% m/m ke level tertinggi 2,75 tahun sebesar 4,35 juta, lebih kuat dari ekspektasi 4,22 juta.

Selain itu, komentar agresif dari Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mendukung dolar ketika ia mengatakan bahwa ia tidak melihat “dorongan” bagi Fed untuk memangkas suku bunga bulan ini.

Demikian juga pelemahan saham telah meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 27-28 Januari hanya sebesar 5%.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic, Barr dan Barkin.

Perkembangan ketegangan geopolitik Iran juga dapat memberikan permintaan safe haven bagi dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun jika penguatan yen berlanjut dan pernyataan dovish pejabat Fed. Namun jika ketegangan geopolitik Iran meningkat dan meningkatkan permintaan safe haven, dapat menguatkan dolar AS. Namun jika malam nanti data Initial Jobless Claim minggu lalu terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed bersifat dovish, akan dapat menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,22-99,38. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,91-98,76.