(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY kembali bergerak positif pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (16/1/2026) setelah menguat moderat sebelumnya merespon data klaim pengangguran mingguan AS.
Data klaim pengangguran tersebut semakin meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tetap selama beberapa bulan ke depan, yang memberikan dukungan bagi Dolar AS.
Sementara itu kekhawatiran bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akan memiliki lebih banyak ruang gerak untuk menerapkan kebijakan fiskal ekspansif menekan yen. Takaichi berencana membubarkan parlemen minggu depan dan mengadakan pemilihan parlemen mendadak untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya.
Sementara itu, kekhawatiran intervensi dari otoritas Jepang mungkin membatasi penurunan yen Jepang. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan nilai tukar yang berlebihan tanpa mengesampingkan opsi apa pun.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak kuat di area resistennya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan mendaki ke posisi resisten selanjutnya.
Pair kini berada di posisi 158,69 yang mendaki ke posisi R1, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan ke posisi 159,50.
Namun jika pair tidak sampai menembus 158.90, berpotensi balik turun menuju 158,54, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.64 | 159.23 | 158.90 | 158.54 | 158.20 | 157.84 | 157.52 |



