(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada akhir pekan pada hari Jumat tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,09% pada 1.1599.
Euro awalnya bergerak lebih tinggi setelah Kepala Ekonom ECB Philip Lane mengatakan bahwa ia merasa nyaman dengan pengaturan kebijakan moneter ECB.
Kepala Ekonom ECB Philip Lane mengatakan, “Skenario dasar kami memperkirakan inflasi kurang lebih sesuai target selama beberapa tahun, pertumbuhan mendekati potensi, dan pengangguran rendah dan menurun. Dalam keadaan ini, tidak ada perdebatan suku bunga dalam waktu dekat.”
Swap memperkirakan peluang 0% untuk kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 5 Februari.
Sore nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti Zona Euro Desember yang secara tahunan diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika dolar AS terus menguat, akan menekan Euro. Juga jika sore nanti data Inflasi dan Inflasi Inti Zona Euro Desember terealisir turun, akan dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1580-1.1561. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1623-1.1647.



