(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini ini melemah 0,33% atau 55 poin ke level Rp 16.920 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.865. Rupiah bearish di area rekor terendah pada April tahun lalu.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.876 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.920, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.920.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari sekitar 6,5 minggu tertingginya di tengah isyu Greenland antara AS dan Uni Eropa.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 99,17, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,38.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama menguat 24,292 poin (0,27%) ke level 9.099,698, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang terkoreksi dari rekor minggu lalu, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan menurun terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.938 – Rp16.780.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



