(Vibiznews-Forex) – Pergerakan poundsterling dalam pair GBPUSD mendaki menjauhi posisi terendah dalam 6 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (20/1/2026) setelah rilis data ketenagakerjaan Inggris.
Pasar sedang mencerna data pasar tenaga kerja Inggris terbaru di tengah ketegangan geopolitik yang terus membebani dolar AS.
Tingkat pengangguran Inggris tidak berubah di 5,1% dalam tiga bulan hingga November, berada di dekat level tertinggi era pandemi dan sedikit melebihi ekspektasi 5%. Sementara itu, pertumbuhan upah tahunan tidak termasuk bonus melambat menjadi 4,5%, menandai laju terlemahnya sejak tiga bulan hingga April 2022.
Pada saat yang sama, ancaman tarif baru dari Presiden AS Trump terus menekan dolar sementara para pemimpin global berkumpul di Davos. Trump mengisyaratkan bahwa Eropa kemungkinan tidak akan terlalu banyak melawan setelah memperingatkan pada akhir pekan bahwa ia dapat mengenakan tarif tambahan pada 8 negara Eropa kecuali AS diizinkan untuk membeli Greenland.
Secara teknikal, pair berusaha melaju ke posisi resisten lemahnya dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair akan bertahan di kisaran resistennya.
Kini pair berada di posisi 1.3464 yang naik menuju 1.3475, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3493 akan berbalik arah dan berusaha turun menuju 1.3407. Dan jika tembus akan turun menuju support kuat di 1.3358.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3555 | 1,3493 | 1,3456 | 1.3396 | 1.3358 | 1.3299 | 1.3262 |



