(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang masih alami kerugian dengan indeks utama ditutup merah untuk sesi keempat berturut-turut pada perdagangan hari Selasa (20/1/2026) karena meningkatnya kekhawatiran fiskal.
Indeks harian Nikkei turun ke posisi terendah sepekan lebih akibat imbal hasil obligasi Jepang melonjak ke level tertinggi baru.
Tekanan semakin intensif setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusulkan pemotongan pajak penjualan makanan menjadi 0%, yang memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal karena masih belum jelas bagaimana pemerintah akan mengimbangi pendapatan yang hilang.
Takaichi juga mengatakan dia akan membubarkan parlemen pada akhir pekan dan mengadakan pemilihan umum pada 8 Februari, di mana partainya diperkirakan akan memperoleh kursi dan memajukan ekspansi fiskal dan kebijakan lainnya.
Indeks harian Nikkei turun 1,11% menjadi 52.991 , demikian untuk indeks Topix turun 0,84% menjadi 3.626
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 turun 1,60% pada posisi 52800.
Secara sektoral, saham teknologi yang memimpin pelemahan Nikkei seperti saham SoftBank Group (-3,3%), Disco Corp (-3,9%), Fujikura (-2,4%), Advantest (-3,1%) dan Tokyo Electron (-2,6%).



