Nikkei Sudah 5 Hari Berturut Melemah, JGB Melonjak ke Rekor Terbaru

88

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang memperpanjang pelemahan indeks utama  untuk sesi kelima berturut-turut  pada  perdagangan hari Rabu (21/1/2026) oleh aksi jual saham perbankan cukup besar.

Indeks harian Nikkei memperpanjang posisi terendah sepekan lebih karena volatilitas pasar obligasi yang meningkat memicu kekhawatiran atas potensi kerugian perdagangan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak ke level tertinggi baru di awal pekan karena meningkatnya kekhawatiran fiskal terkait dengan proposal untuk memangkas pajak penjualan 8% pada makanan, sebelum mereda setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mendesak ketenangan di antara pelaku pasar.

Investor juga bersiap untuk pemilihan umum mendadak pada 8 Februari, karena PM Sanae Takaichi berupaya untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan mendorong agenda fiskal yang lebih ekspansif. Sementara itu,

Indeks harian Nikkei turun 0,41% menjadi 51.774 , demikian untuk indeks Topix  turun 0,99% menjadi 3.590.

Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 naik tipis 0,36% pada posisi 52830.

Secara sektoral, sektor keuangan memimpin penurunan, dengan saham Mitsubishi UFJ merosot 3,5%, Sumitomo Mitsui turun 3,6%, dan Mizuho Financial kehilangan 3,9%.