(Vibiznews-Forex) – Pergerakan kuat poundsterling dalam pair GBPUSD berlanjut pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (23/1/2026) di tengah koreksi dolar AS terhadap banyak rival utamanya.
Pound Sterling diperdagangkan lebih tinggi oleh kekuatan data penjualan ritel Inggris yang menggembirakan untuk bulan Desember.
Data penjualan ritel Inggris naik 0,4% MoM, mengalahkan perkiraan pasar yang memperkirakan kontraksi dengan laju stabil 0,1%. Secara tahunan, ukuran pengeluaran konsumen tumbuh kuat sebesar 2,5% dibandingkan perkiraan pasar sebesar 1%.
Data penjualan ritel Inggris yang kuat diperkirakan akan membebani spekulasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh Bank of England (BoE) dalam waktu dekat.
Sementara itu rilis data PMI manufaktur dan jasa flash S&PGlobal lebih tinggi pada bulan Januari, menambah kekuatan poundsterling.
Secara teknikal, pair berusaha menembus posisi resisten harian dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair akan bertahan di kisaran resistennya.
Kini pair berada di posisi 1.3448 yang naik menuju 1.3441, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3455 akan berbalik arah dan berusaha turun menuju 1.3400. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuat di 1.3392.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3668 | 1,3572 | 1,3533 | 1.3467 | 1.3428 | 1.3362 | 1.3323 |



