(Vibiznews-Forex) – Pelemahan yen dalam pair USDJPY berlanjut masuki hari kelima berturut pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (23/1/2026) jelang pengumuman kebijakan suku bunga BOJ.
Yen Jepang melemah terhadap dolar AS setelah rilis data inflasi Jepang naik 2,1% YoY pada Desember, dibandingkan dengan data sebelumnya sebesar 2,9%. Data ini mencatat level terlemah sejak Maret 2022.
Sementara itu, Indeks CP di luar makanan segar tercatat 2,4% YoY pada Desember dibandingkan 3,0% sebelumnya. Data tersebut sesuai dengan perkiraan pasar dan juga berada pada level terlemah sejak Oktober 2024.
Tanda-tanda inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi urgensi bagi Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Namun untuk pertemuan hari ini, BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil di sekitar 0,75% pada akhir pertemuan dua harinya pada hari Jumat.
Bank sentral Jepang terakhir kali menaikkan suku bunganya ke level tertinggi dalam 3 dekade pada Desember 2025. Pasar menunggu petunjuk tambahan dari konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda mengenai perkiraan waktu kenaikan suku bunga BoJ berikutnya.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak lemah masuki area supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan menembus ke posisi support kuatnya.
Pair kini berada di posisi 158,59 yang mendaki ke posisi 158.78, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di posisi 155,18.
Namun jika pair tidak sampai menembus 157.80, berpotensi balik turun menuju 158,30, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.50 | 159.18 | 158.78 | 158.45 | 158.06 | 157.76 | 157.35 |



