Forex AUDUSD 28 Januari 2026: Mundur dari Tertinggi 3 Tahun Meski Data Inflasi Australia Optimis

102

(Vibiznews-Forex) – Aussie dalam pair AUDUSD mundur dari posisi tertinggi sejak  Januari 2023 pada perdagangan forex pada sesi Asia hari Rabu (28/1/2026) meski data inflasi Australia dilaporkan naik sesuai perkiraan.

Lonjakan dolar Australia awal sesi Asia terkoreksi oleh rebound dolar AS dari posisi terendah 4 tahun secara indeks.

Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan data inflasi atau CPI Australia naik 3,6% tahun-ke-tahun (YoY) pada bulan Desember, setelah kenaikan 3,5% (direvisi dari 3,4%) sebelumnya.

Untuk inflasi rata-rata terpotong (Trimmed Mean Inflation/TME) RBA Australia meningkat menjadi 0,2% secara bulanan (MoM) dan 3,3% secara tahunan (YoY).

Secara bulanan data indeks harga konsumen (CPI) bulanan naik 1,0% pada bulan Desember, naik dari 0% sebelumnya dan di atas perkiraan 0,7%.

Inflasi utama Australia tetap di atas target 2%-3% RBA, memperkuat kemungkinan kebijakan moneter RBA yang lebih ketat dan didukung oleh data PMI serta data ketenagakerjaan terbaru.

Secara teknikal pair tertekan menuju posisi support  setelah mendekati posisi resisten kuatnya awal sesi  dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi berbalik ke resisten kuatnya.

Kini pair berada di 0.6979 yang terkoreksi  menuju posisi 0.6975 dan jika tembus  akan berlanjut meluncur ke posisi suppot kuatnya di S1.

Namun jika tidak tembus  0.6930, pair berusaha naik ke posisi 0.7021, dan jika tembus akan mendaki ke resisten selanjutnya di kisaran 0,7095.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
0,7166 0,7095 0,7050 0,6975 0,6936 0,6865 0,6820