(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY yang berada di tertinggi 2 bulan lebih terkoreksi pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (27/1/2026) oleh karena kekhawatiran tentang kesehatan fiskal Jepang.
Yen Jepang berada di posisi yang kurang menguntungkan sepanjang sesi Asia meski rilis risalah BOJ hawkish.
Kekhawatiran tentang kesehatan fiskal Jepang dipicu oleh rencana pengeluaran dan pemotongan pajak agresif Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Selain itu juga dibebani oleh ketidakpastian politik domestik menjelang pemilihan umum mendadak pada 8 Februari serta kuatnya sentimen aset risiko.
Sementara itu, rilis risalah rapat Bank Sentral Jepang (BoJ) bulan Desember yang bernada hawkish tidak memperbaiki posisi yen.
Dalam risalah tersebut menunjukkan bahwa para anggota dewan kebijakan BOJ sepakat tentang perlunya terus menaikkan suku bunga. Hal ini menandai perbedaan signifikan dibandingkan dengan prediksi setidaknya dua kali lagi penurunan suku bunga Fed.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak naik hingga menembus pivot hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair dapat berbalik lagi menuju posisi supportnya pada sesi Eropa.
Pair kini berada di posisi 153,06 yang mendaki ke posisi 154.02, jika tembus lanjut ke resisten selanjutnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak sampai menembus 157.20, berpotensi balik turun menuju 152,14, jika tembus lanjut ke support kuat di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 156.80 | 155.84 | 154.02 | 153.04 | 151.22 | 150.25 | 148.45 |



