Rekomendasi Forex Dolar AS 28 Januari 2026 : Menghadapi Banyak Sentimen Bearish; Menantikan Pernyataan Ketua Fed Pasca Keputusan Suku Bunga

70

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS merosot ke level terendah hampir 4 tahun dan ditutup turun pada hari Selasa tertekan berbagai sentimen bearish.

Indeks dolar AS ditutup merosot 1,7% pada 95,81.

Dolar AS berada di bawah tekanan ketidakpastian politik AS setelah Presiden Trump pada hari Sabtu mengancam akan mengenakan tarif 100% pada impor AS dari Kanada jika Kanada menandatangani perjanjian perdagangan dengan China. Kanada sedang mencari mitra dagang lain di tengah penggunaan tarif yang liberal oleh Presiden Trump selama pemerintahan keduanya.

Pasar tetap khawatir tentang Greenland, meskipun Presiden Trump mengatakan Rabu lalu bahwa ada kesepakatan kerangka kerja untuk peningkatan akses AS ke Greenland dan bahwa ia tidak akan menyerang Greenland dengan kekuatan militer.

Selain itu, dolar AS terbebani oleh spekulasi bahwa AS mungkin akan mengoordinasikan intervensi valuta asing dengan Jepang untuk meningkatkan yen, yang akan sejalan dengan pandangan Presiden Trump bahwa dolar yang lemah baik untuk AS sebagai stimulus bagi ekspor AS.

Yen menguat ke level tertinggi 2,75 bulan terhadap dolar pada hari Selasa setelah otoritas AS dilaporkan menghubungi pelaku pasar Jumat lalu untuk memeriksa harga dolar/yen, kemungkinan sebagai pendahulu intervensi.

Dolar AS menambah kerugiannya pada hari Selasa setelah indeks kepercayaan konsumen Conference Board AS Januari secara tak terduga turun ke level terendah 11,5 tahun.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board AS Januari secara tak terduga turun -9,7 menjadi level terendah 11,5 tahun di angka 84,5, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 91,0.

Risiko penutupan sebagian pemerintah AS lainnya juga membebani dolar. Demokrat Senat mengancam akan memblokir kesepakatan pendanaan pemerintah terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri/ICE setelah penembakan seorang perawat ICU oleh ICE di Minnesota pada hari Sabtu.

ADP melaporkan bahwa penggajian swasta AS meningkat rata-rata 7.750 per minggu dalam empat minggu yang berakhir pada 3 Januari, jumlah pekerjaan baru terkecil dalam enam minggu.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan FOMC minggu ini pada hari Selasa dan Rabu (27-28 Januari) sebesar 3%.

Dinihari nanti akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Namun pasar akan mencermati pernyataan ketua Fed setelah keputusan suku bunga tersebut, apakah akan mensinyalkan penurunan suku bunga selanjutnya atau tidak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan berbagai sentimen bearish seperti ketegangan perdagangan AS-Kanada, kekhawatiran intervensi bersama AS dan Jepang untuk mengatasi pelemahan Yen, kekhawatiran terkait Greenland dan juga penutupan sebagian dana pemerimtahan. Namun jika The Fed mempertahankan suku bunga dan The Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan doar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 95,15-94,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 96,88-97,94.