(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada hari Rabu rebound dari titik terendah hampir 4 tahun dan berakhir naik setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan pernyataan positif Menteri Keuangan AS.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,14% pada 96,34
Federal Reserve AS, sesuai dengan ekspektasi pasar pada Kamis dinihari, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 3,5%-3,75%.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dalam konferensi pers setelah bank sentral mengumumkan keputusannya bahwa prospek ekonomi “jelas membaik sejak pertemuan terakhir” pada bulan Desember, sebuah perkembangan yang menurutnya akan meningkatkan perekrutan dari waktu ke waktu. Fed juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ada tanda-tanda pasar kerja sedang stabil.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan tingkat pengangguran yang tampaknya stabil, para pejabat Fed kemungkinan melihat sedikit alasan untuk terburu-buru melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut.
Pelemahan yen juga mendukung kenaikan dolar AS pada hari Rabu setelah Menteri Keuangan Bessent mengatakan AS “sama sekali tidak” akan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mendukung yen.
Ketua Fed Powell mengatakan Fed berada dalam posisi yang baik dan mampu menunggu data yang masuk sebelum mengambil langkah selanjutnya terkait suku bunga.
Dolar AS sebelumnya anjlok ke level terendah hampir 4 tahun pada hari Selasa setelah Presiden Trump mengatakan ia merasa nyaman dengan pelemahan dolar baru-baru ini.
Dolar juga berada di bawah tekanan karena ketidakpastian politik AS setelah Presiden Trump pada hari Sabtu mengancam akan mengenakan tarif 100% pada impor AS dari Kanada jika Kanada menandatangani perjanjian perdagangan dengan China.
Selain itu, dolar AS juga terbebani oleh spekulasi bahwa AS mungkin akan mengoordinasikan intervensi valuta asing dengan Jepang untuk meningkatkan yen, yang akan sejalan dengan pandangan Trump bahwa dolar yang lemah baik untuk AS sebagai stimulus bagi ekspor AS.
Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 17-18 Maret hanya sebesar 14%.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.
Juga akan dirilis data Balance of Trade November AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan sentimen tidak adanya intervensi pemerintah AS untuk melemahkan dolar AS. Namun jika malam nanti data Initial Jobless Claim AS terealisir meningkat dan data Balance of Trade November AS terealisir menurun, akan dapat menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 95,87-95,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 96,80-97,25.



