(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang sepanjang bulan Januari cetak gain yang lumayan dan mengakhirinya dengan indeks terkoreksi pada perdagangan hari Jumat (30/1/2026).
Indeks harian Nikkei retreat dari rally 3 hari berturut di posisi tertinggi dalam sepekan karena kekhawatiran baru tentang keberlanjutan investasi besar-besaran dalam AI.
Sentimen juga dibebani oleh spekulasi bahwa Presiden Donald Trump akan menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, kandidat yang lebih agresif, sebagai ketua Federal Reserve yang baru.
Indeks harian Nikkei turun 0,1% dan ditutup pada 53.323, namun untuk indeks Topix naik 0,59% menjadi 3.566,32.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 naik 0,15% pada posisi 53390.
Secara mingguan Nikkei alami pelemahan hingga turun 0,72%, namun secara bulanan cetak gain yang lumayan hingga menguat 5% lebih.
Saham-saham besar yang membebani Nikkei seperti dari sektor teknologi seperti Advantest (-5%), Lasertec (-2,9%), dan Keyence (-4%).
Sebaliknya, perusahaan penyimpanan data Kioxia Holdings melonjak 11% ke rekor tertinggi baru menjelang rilis pendapatan pada 12 Februari.



