(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Ketua Fed berikutnya adalah Kevin Warsh yang dianggap lebih hawkish daripada kandidat Ketua Fed lainnya dan sering menekankan risiko inflasi selama masa jabatannya sebagai Gubernur Fed dari tahun 2006-2011.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,89% pada 97,14.
Dolar AS menambah kenaikannya setelah harga produsen AS bulan Desember naik lebih dari yang diperkirakan dan PMI MNI Chicago Januari meningkat dengan laju terkuat dalam lebih dari dua tahun, yang merupakan faktor hawkish untuk kebijakan Fed.
Data PPI AS bulan Desember naik +0,5% m/m dan +3,0% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +0,2% m/m dan +2,8% y/y. Indeks Harga Produsen (PPI) Desember di luar makanan dan energi naik +0,7% m/m dan +3,3% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +0,2% m/m dan +2,9% y/y.
Indeks PMI Chicago MNI AS Januari naik +11,3 menjadi 54,0, lebih kuat dari ekspektasi 43,7 dan laju ekspansi terkuat dalam lebih dari dua tahun.
Kenaikan Dolar AS juga terjadi setelah Presiden Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa ia telah mencapai kesepakatan sementara dengan Demokrat Senat untuk mencegah penutupan pemerintah AS. Kesepakatan tersebut akan mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri selama dua minggu untuk memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan tentang penegakan imigrasi dan berisi pendanaan setahun penuh untuk beberapa lembaga pemerintah lainnya.
Komentar Fed pada hari Jumat beragam untuk dolar. Di sisi positif, Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem mengatakan, “Dengan inflasi di atas target dan risiko terhadap prospek yang seimbang, saya percaya tidak bijaksana untuk menurunkan suku bunga dana federal ke wilayah akomodatif saat ini.”
Sebaliknya, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan, “Kebijakan moneter masih membatasi aktivitas ekonomi, dan data ekonomi memperjelas bagi saya bahwa pelonggaran lebih lanjut diperlukan.”
Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 17-18 Maret hanya sebesar 17%.
Pada awal pekan mendatang pada hari Senin akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Januari AS yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan mendatang, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan penetapan Presiden Trump untuk kandidat ketua Fed berikutnya yang hawkish. Juga jika data ISM Manufacturing PMI Januari AS terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,41-97,69. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 96,59-96,05.



