Wall Street Cetak Untung Merespon Ekspansifnya Data PMI Manufaktur AS

98

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street awal pekan berhasil cetak untung merespon laporan ISM untuk ekspansi PMI manufaktur pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (3/2/2026).

Dow Jones mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi dengan  melonjak 1,1% menjadi 49.407,66, Nasdaq naik  0,6% menjadi 23.592,11 dan S&P 500 naik  0,5% menjadi 6.976,44.

Institute for Supply Management melaporkan aktivitas manufaktur di AS secara tak terduga meningkat untuk pertama kalinya dalam 12 bulan pada bulan Januari. Melonjak menjadi 52,6 dari 47,9 pada Desember, dengan data di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Data ekonomi yang menggembirakan membantu investor mengabaikan ketegangan perdagangan yang masih ada serta ketidakpastian baru mengenai kebijakan moneter AS.

Perdagangan saham juga diuntungkan dari tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran di tengah laporan bahwa Iran siap bernegosiasi dengan AS mengenai program nuklirnya.2

Sentimen terus menguat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa ia telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan India.

Setelah percakapan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Trump mengatakan AS akan mengurangi tarif timbal baliknya terhadap India menjadi 18% dari 25%, sementara India dilaporkan setuju untuk mengurangi tarif dan hambatan non-tarif mereka terhadap AS menjadi nol.

Secara sektoral, saham maskapai penerbangan memimpin penguatan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak sebesar 4,3%.

Penguatan yang signifikan juga terlihat di antara saham perangkat keras komputer dengan  NYSE Arca Computer Hardware Index melonjak 4,2%.

Sementara itu pergerakan sebaliknya terlihat pada saham energi yang bergerak turun di tengah penurunan tajam harga minyak mentah.