(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD lebih tinggi dari penguatan sebelumnya pada perdagangan forex pada sesi Asia hari Rabu (4/3/2026) di tengah koreksi dolar AS.
Dolar Australia melanjutkan kenaikan 1% sesi sebelumnya setelah data PMI jasa Tiongkok naik menjadi 52,3 pada Januari dari 52,0 pada Desember, melebihi ekspektasi 51,8. Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia, sehingga setiap perubahan dalam ekonomi China dapat mempengaruhi Ausie Dolar.
Pada awal sesi posisi AUDUSD menguat setelah rilis data PMI S&P Global Komposit Australia naik menjadi 55,7 pada Januari dari 51,0 pada Desember. Ekspansi ini merupakan yang terkuat dalam 45 bulan.
Sementara itu, PMI Jasa naik menjadi 56,3 dari 51,1, menandai level tertinggi sejak Februari 2022. Angka tersebut melampaui perkiraan awal sebesar 56,0 dan tetap di atas ambang batas 50,0, memperpanjang tren ekspansi aktivitas jasa hingga dua tahun.
Bank Sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% pada hari Selasa, dengan alasan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan prospek inflasi yang stabil.
Lihat: RBA Tinggikan Suku Bunganya 25Bps, Kenaikan Pertama Sejak November 2023
Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan dalam konferensi pers pasca-pertemuan bahwa tekanan inflasi masih terlalu kuat, memperingatkan bahwa akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target dan hal itu tidak lagi dapat diterima.
Secara teknikal pair konsolidasi diatas posisi penguatan sebelumnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi melaju ke posisi resisten kuatnya.
Kini pair berada di 0.7024 yang berusaha naik ke posisi 0.7035 dan jika tembus akan berlanjut mendaki ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak tembus 0.7050, pair tertekan turun ke posisi 0.7004, dan jika tembus akan meluncur ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7173 | 0,7111 | 0,7065 | 0,7004 | 0,6957 | 0,6896 | 0,6853 |



