(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS masih tertekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (4/2/2026) secara indeks, namun mixed terhadap semua rival utamanya.
Rally dolar AS masih belum berlanjut karena penutupan sebagian pemerintah menunda rilis data ekonomi penting, membuat investor tetap berhati-hati.
Data lowongan kerja terbaru dan laporan pekerjaan Januari, keduanya dijadwalkan untuk minggu ini, ditunda, sehingga tidak memberikan sinyal baru tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS.
Presiden Donald Trump menandatangani anggaran $1,2 triliun untuk mengakhiri penutupan sebagian, meskipun pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri masih belum terselesaikan.
Kekuatan dolar AS sebelumnya diperoleh setelah Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya, pilihan yang dianggap kurang lunak dibandingkan kandidat lain.
Selain itu rilis data manufaktur AS yang kuat meredam ekspektasi untuk penurunan suku bunga Fed yang cepat.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya kini berada di posisi 97,29 setelah sempat berada di posisi 97,42.
Terhadap rival utamanya, dolar AS menguat tipis terhadap mata uang Australia, Swiss dan yen Jepang, Sebaliknya sedikit tertekan melawan poundsterling dan euro.



