(Vibiznews-Forex) – Posisi kurs euro dalam pair EURUSD terkoreksi pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (4/2/2026) merespon rilis data CPI Zona Euro Januari sebelum keputusan kebijakan terbaru ECB.
Data dari Eurostat menunjukkan inflasi utama menurun menjadi 1,7% tahun-ke-tahun, sesuai dengan ekspektasi dan terendah sejak September 2024, sementara inflasi inti turun menjadi 2,2%, sedikit di bawah perkiraan dan terendah sejak Oktober 2021.
Investor memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, karena para pembuat kebijakan mempertimbangkan dampak euro yang lebih kuat dan impor Tiongkok yang murah terhadap prospek inflasi.
ECB akan mengumumkan kebijakan moneter pertamanya di tahun 2026 pada hari Kamis. Bank sentral telah mempertahankan kebijakan tetap stabil sejak Juni, dengan para pejabat menggambarkannya berada di tempat yang baik, meskipun beberapa memperingatkan bahwa penguatan euro lebih lanjut dapat mendorong dimulainya kembali pemotongan suku bunga.
Secara teknikal pair EURUSD bergerak konsolidasi diatas garis batas atau pivot hariannya dan menurut analis Vibiz Research Center pasangan EURUSD berpotensi tertekan ke menembus support.
Kini pair berada di posisi 1.1811 yang meluncur ke posisi 1.1790 dan jika tembus akan meluncur terus ke support kuat di R1.
Namun jika tidak berhasil menembus 1.1790 akan memantul kembali dan naik menuju posisi 1.1837 dan jika tembus akan lanjut ke posisi resisten lemahnya di R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1.1886 | 1.1858 | 1.1837 | 1.1808 | 1.1788 | 1.1762 | 1.1740 |



