(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD rally mendekati posisi tertinggi dalam 2,5 tahun pada perdagangan forex pada sesi Eropa hari Senin (9/2/2026) di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Dolar Australia memperpanjang kenaikannya untuk sesi kedua berturut-turut sebagai kurs komoditas di tengah meredanya kekhawatiran gejolak AI dan meningkatnya kepercayaan investor.
Aussie dolar juga mendapat dukungan setelah komentar hawkish dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, yang mengatakan bahwa dewan menaikkan Suku Bunga Resmi (OCR) karena perekonomian lebih terbatas kapasitasnya daripada yang diperkirakan sebelumnya, yang berarti kebijakan perlu diperketat.
Bullock menambahkan bahwa RBA perlu meredam pertumbuhan permintaan kecuali kapasitas pasokan dapat berkembang lebih cepat.
Penguatan sentimen aset risiko juga disumbang laporan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembicaraan nuklir dengan AS pada hari Jumat sebagai langkah maju, sambil menolak intimidasi.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan negosiasi lebih lanjut bergantung pada konsultasi di Washington dan Teheran dan tidak memerlukan ancaman.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pertemuan lain direncanakan minggu ini, memperingatkan konsekuensi sangat berat jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Secara teknikal pair berusaha dekati resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi masuki posisi resisten berikutnya.
Kini pair berada di 0.7044 yang naik ke posisi 0.7060 dan jika tembus akan berlanjut mendaki ke posisi resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak tembus 0.7060, pair berbalik turun ke posisi terendah 0.7004, dan jika tembus akan meluncur ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7187 | 0,7105 | 0,7060 | 0,6977 | 0,6932 | 0,6850 | 0,6812 |



