(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD memulihkan kerugian sesi sebelumnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (11/2/2026) sekalipun rilis data inflasi Tiongkok kurang mengesankan.
Rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok, yang naik 0,2% pada Januari dibandingkan tahun lalu setelah mencapai peningkatan 0,8% pada Desember. Konsensus pasar adalah 0,4% pada periode yang dilaporkan.
Inflasi CPI Tiongkok tercatat sebesar 0,2% MoM pada Januari, dibandingkan dengan kenaikan 0,2% sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,3%.
Dari sisi laporan ekonomi Australia kemarin, Indeks sentimen konsumen Westpac dan Melbourne Institute turun untuk bulan ketiga berturut-turut, menunjukkan adanya tekanan pada pengeluaran rumah tangga.
Data ini juga memperkuat argumen bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menunda kenaikan suku bunga pada bulan Maret.
Secara teknikal pair melaju menembus posisi resisten kuat hariannya dan bersiap menuju resisten selanjutnya, menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi fluktuatif di area resisten.
Kini pair berada di 0.7095 yang naik ke posisi tertinggi 0.7108, dan jika tembus akan meluncur ke support selanjutnya di R3.
Namun jika tidak tembus 0.7110, pair berbalik turun ke posisi terendah 0.7099 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7122 | 0,7108 | 0,7095 | 0,7077 | 0,7053 | 0,7048 | 0,7032 |



