Wall Street Mixed Setelah Stagnannya Data Ritel AS, Hanya Dow Jones Lanjutkan Rekor

99
wall street

(Vibiznews – Index) – Setelah mengalami kenaikan yang signifikan selama dua sesi sebelumnya, bursa Wall Street ditutup mixed pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (11/2/2026) dengan Dow Jones mempertahankan rekor tertingginya.

Dow Jones naik tipis  0,1% menjadi 50.188,13, tetapi S&P 500 turun  0,3% menjadi 6.941,81 dan Nasdaq merosot  0,6% menjadi 23.102,47.

Terjadi gejolak pada pergerakan indeks, khususnya Nasdaq dan S&P500 yang naik turun sepanjang sesi merespon rilis data penjualan ritel AS yang stagnan dan pengawasan berkelanjutan terhadap pengeluaran modal AI.

Laporan penjualan ritel hampir tidak berubah pada bulan Desember setelah naik sebesar 0,6% pada bulan November dengan perkiraan ekonom akan naik sebesar 0,4%.

Dari laporan penjualan ritel tersebut menunjukkan bahwa konsumen menghentikan pengeluaran mereka di akhir musim liburan setelah pengeluaran besar-besaran pada bulan Oktober dan November.

Selain data penjualan ritel, juga dirilis harga impor di AS sedikit meningkat sesuai dengan perkiraan pada bulan Desember.

Secara sektoral, saham perumahan menunjukkan pergerakan kuat di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang signifikan dengan Philadelphia Housing Sector Index naik 3,4%.

Saham-saham lain yang sensitif terhadap suku bunga seperti saham utilitas dan real estat komersial juga menunjukkan kinerja yang kuat, dengan Dow Jones Utility Average melonjak 1,9% dan Dow Jones U.S. Real Estate Index naik 1,3%.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham perusahaan pialang mengalami penurunan tajam  menyeret NYSE Arca Broker/Dealer Index  turun sebesar 2,5%.

Saham-saham ritel berkinerja buruk, dengan Costco turun 2,6% dan Walmart turun 1,8%.  Untuk sektor teknologi beragam, dengan saham Alphabet turun 1,8% meskipun permintaan yang kuat untuk penerbitan obligasinya, sementara produsen chip berhenti sejenak setelah kenaikan baru-baru ini.

Mengimbangi beberapa kelemahan, terdapat saham Spotify melonjak 14,8% karena pendapatan yang kuat dan pertumbuhan pengguna.