(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD memperpanjang rally ke level tertinggi baru dalam tiga setengah tahun pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (12/2/2026) oleh sinyal kebijakan ketat dari bank sentral Australia (RBA).
Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan dewan tetap siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terbukti terus berlanjut, menggambarkan inflasi apa pun dengan angka tiga di depannya sebagai tidak dapat diterima.
Komentarnya memperkuat peringatan dari Wakil Gubernur Hauser, yang mencatat sehari sebelumnya bahwa inflasi tetap terlalu tinggi dan terus menimbulkan tantangan besar bagi dewan penetapan suku bunga.
Sebuah survei konsumen dirilis tak lama setelah pidatonya yang menunjukkan ekspektasi inflasi melonjak menjadi 5% pada bulan Februari, tertinggi sejak pertengahan 2025, memperkuat nada yang ketat.
Banyak ekonom sudah memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei, karena RBA mempertimbangkan data inflasi kuartal pertama bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan dan PDB yang akan datang.
Secara teknikal pair melaju mendekati posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi mendaki ke resisten selanjutnya.
Kini pair berada di 0.7142 yang naik ke posisi 0.7158, dan jika tembus akan meluncur ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak tembus 0.7170, pair berbalik turun ke posisi terendah 0.7118 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7240 | 0,7190 | 0,7158 | 0,7110 | 0,7078 | 0,7030 | 0,6997 |



