(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD rebound pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (12/2/2026) di bayangi rilis data PDB Inggris yang dibawah ekspektasi.
Data dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan ekonomi tumbuh sebesar 0,1% pada kuartal keempat tahun 2025, sama dengan laju kuartal sebelumnya tetapi kurang dari perkiraan sebesar 0,2%.
Secara tahunan, PDB naik 1,0%, di bawah ekspektasi dan menandai ekspansi paling lambat sejak kuartal kedua tahun 2024. Data bulanan juga menunjukkan kontraksi yang tidak terduga baik dalam output industri maupun konstruksi, yang menggarisbawahi kerapuhan pemulihan.
Data yang mengecewakan tersebut mengakhiri tahun yang penuh tantangan bagi ekonomi Inggris dan menambah tekanan politik yang dihadapi Perdana Menteri Keir Starmer.
Sementara itu ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari Bank of England ikut membayangi laju pair GBPUSD.
Secara teknikal, pair melaju menembus posisi resisten dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan akan menmbus posisi resisten berikutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3648 yang berusaha naik menuju 1.3688, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3670 akan berbalik arah dan turun menuju posisi terendah 1.3603. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3792 | 1,3753 | 1,3688 | 1.3648 | 1.3588 | 1.3545 | 1.3482 |



