(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Rabu tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,20% pada 1.1871.
Euro berakhir turun setelah dolar AS menguat karena laporan Non Farm Payrolls AS Januari yang lebih kuat dari perkiraan dan komentar pejabat Fed yang agresif.
Data Non Farm Payrolls AS bulan Januari 2026 menambahkan 130.000 lapangan kerja, jauh lebih tinggi daripada kenaikan 48.000 yang direvisi ke bawah pada Desember dan jauh di atas perkiraan 70.000.
Sedangkan Tingkat pengangguran AS bulan Januari 2026 turun menjadi 4,3, dari 4,4% pada Desember, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,4%.
Pendapatan rata-rata per jam AS pada Januari naik +3,7% y/y, tepat sesuai ekspektasi.
Non Farm Payrolls AS bulan Januari yang lebih baik dari perkiraan dan penurunan tingkat pengangguran AS, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan meredam spekulasi tentang pemotongan suku bunga Fed tambahan.
Peluang pemotongan suku bunga Fed pada pertemuan FOMC bulan depan turun menjadi 6% dari 23% sebelum rilis NFP bulanan pada hari Rabu.
Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeff Schmid, mengatakan, “Menurut pandangan saya, penurunan suku bunga lebih lanjut berisiko memungkinkan inflasi tinggi untuk terus berlanjut lebih lama,” sehingga Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang “agak ketat”.
Swap memperkirakan peluang 3% penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Siang sampai sore nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Schnabel, Tuominen dan Cipollone.
Dari AS, malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS pekan lalu yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan Euro. Juga akan mencermati pernyataan dari pejabat ECB, yang jika bersifat hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan Euro. Jika data Initial Jobless Claim AS terealisir turun dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1828-1.1785. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1921-1.1971.



