(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (12/2), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menurun terbatas setelah agak melandai 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,24% atau 40 poin ke level Rp 16.820 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780. Rupiah terpantau terkoreksi setelah rally 3 hari meninggalkan seminggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 16.776 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.820, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.820.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia terpantau menurun terbatas setelah agak melandai 2 hari di sesi global sebelumnya; konsolidasi di sekitar 1,5 minggu terendahnya setelah sempat diangkat data lapangan kerja AS yang melebihi estimasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun tipis ke 96,87, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 96,90.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terkoreksi 31,801 poin (0,38%) ke level 8.259,165, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed dengan Nikkei masih di area tertingginya paska pemilu, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam terkoreksi terbatas termasuk Dow Jones turun dari rekor.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.883 – Rp16.705.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



