(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berusaha rebound dari pelemahan tren selama 3 hari berturut pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (13/2/2026) di tengah meredanya kegelisahan politik Inggris.
Sebelumnya poundsterling dibebani oleh berita yang mendesak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mundur dampak dari kasus Jeffrey Epstein. Namun berita terkini Keir mendapat dukungan dari kabinetnya dan anggota parlemen Partai Buruh.
Namun ekspektasi Bank of England (BoE) yang cenderung dovish turut membatasi gerak pair, kemungkinan penurunan suku bunga BoE sebesar 25 bps pada bulan Maret meningkat setelah rilis data makro Inggris yang sebagian besar mengecewakan pada hari Kamis.
Laporan pendahuluan yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,1% pada periode Oktober-Desember, sama dengan laju pertumbuhan lambat yang tercatat pada kuartal ketiga. Data tersebut juga lebih rendah dari perkiraan BoE sebesar 0,2%, yang mendukung perlunya pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Secara teknikal, pair berusaha menembus posisi resisten dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan grafik harian menunjukkan bias bullish yang berkelanjutan.
Kini pair berada di posisi 1.3622 yang berusaha naik menuju 1.3660, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3650 akan berbalik arah dan turun menuju posisi terendah 1.3589. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3772 | 1,3698 | 1,3660 | 1.3632 | 1.3592 | 1.3564 | 1.3525 |



