(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD tertekan hingga merosot ke semua posisi support hariannya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (17/2/2026) setelah rilis data ketenagakerjaan Inggris yang mengkhawatirkan.
Data terbaru mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja Inggris semakin memburuk yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dari Bank of England.
Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 5,2%, level tertinggi sejak awal 2021 dan sedikit di atas ekspektasi ekonom sebesar 5,1%. Ketersediaan lapangan kerja turun menjadi 52 ribu dari 82 ribu pada bulan sebelumnya.
Tunjangan klaim pengangguran naik menjadi 28,6 ribu pada Januari, dari 2,7 ribu pada Desember. Pendapatan mingguan rata-rata, termasuk bonus, naik 4,2% dalam tiga bulan hingga Desember, laju paling lambat sejak tiga bulan hingga Agustus 2024 dan di bawah perkiraan 4,6%.
Sebelumnya pekan lalu dirilis PDB Inggris melemah, yang menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi Inggris dan memperkuat alasan untuk pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Bank of England (BoE).
Hal ini kemungkinan akan membuat poundsterling tetap berada di bawah tekanan terhadap mata uang utama lainnya dalam beberapa sesi mendatang.
Secara teknikal, pair berusaha naik meninggalkan posisi support lemah dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan tekanan akan terbatas.
Kini pair berada di posisi 1.3560 yang berusaha naik menuju 1.3597, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3610 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3560. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lanjutan di kisaran 1.3520.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3692 | 1,3676 | 1,3650 | 1.3637 | 1.3612 | 1.3597 | 1.3564 |



