(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD terkoreksi dari penguatan 2 hari berturut pada akhir perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (18/2/2026) oleh pertimbangan lanjutan dari rilis risalah rapat RBA beberapa hari ini.
Selain itu dibebani oleh rilis data pertumbuhan upah yang kuat menggarisbawahi tekanan inflasi yang berkelanjutan. Data menunjukkan pertumbuhan upah tahunan naik 3,4% pada kuartal Desember, dengan upah sektor publik naik lebih cepat daripada upah swasta untuk kuartal keempat berturut-turut.
Data-data tersebut menggarisbawahi ketatnya pasar tenaga kerja yang terus-menerus dan memperkuat tantangan inflasi RBA setelah kenaikan suku bunga baru-baru ini.
Meskipun dewan tidak berkomitmen untuk kenaikan lebih lanjut, inflasi yang tinggi dan kondisi keuangan yang longgar membuat kenaikan suku bunga lainnya menjadi mungkin.
Secara teknikal pair meluncur menuju posisi support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut menuju support lanjutan.
Kini pair berada di 0.7067 yang turun ke posisi 0.7045 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support lemahnya di S2.
Namun jika tidak tembus 0.7055, pair berbalik naik ke posisi tertinggi di 0.7086, dan jika tembus akan mendaki ke resisten kuatnya di 0,7105.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7170 | 0,7132 | 0,7105 | 0,7067 | 0,7045 | 0,7005 | 0,6983 |



