(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak volatil pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (18/2/2026) setelah rilis data inflasi Inggris yang lebih lemah.
Data dari Kantor Statistik Nasional Inggis menunjukkan inflasi melambat menjadi 3,0% pada Januari, terendah sejak Maret 2025, sebagian besar karena pertumbuhan harga transportasi dan pangan yang lebih lemah.
Inflasi inti juga turun menjadi 3,1%, level terendah sejak Agustus 2021. Data tersebut menyusul menyambung laporan pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis pada hari Selasa.
Lihat: Kondisi Tenaga Kerja Inggris Mengkhawatirkan
Merespon kedua data diatas, para pelaku pasar meningkatkan taruhan pada pemotongan suku bunga BOE sebesar 25 basis poin pada bulan April, dengan probabilitas 76% untuk langkah tersebut paling cepat pada bulan Maret.
Secara teknikal, pair sedang konsolidasi di garis pivot harian dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan tekanan akan terbatas.
Kini pair berada di posisi 1.3560 yang berusaha naik menuju 1.3597, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3610 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3560. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lanjutan di kisaran 1.3520.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3772 | 1,3703 | 1,3632 | 1.3564 | 1.3498 | 1.3427 | 1.3364 |



