(Vibiznews – Index) – Bursa Jepang memangkas kerugian sejak awal pekan dengan indeks utama rebound kuat pada perdagangan hari Rabu (18/2/2026) di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS.
Indeks Nikkei dan Topix rebound kuat setelah rilis data ekspor yang melonjak dan meningkatkan prospek ekonomi secara keseluruhan. Ekspor bulan Januari melonjak dengan laju tercepat dalam lebih dari 3 tahun, didukung oleh permintaan yang kuat untuk chip terkait AI.
Perdana Menteri Sanae Takaichi juga sedang fokus ke percepatan pembahasan anggaran dan implementasi perjanjian perdagangan yang dicapai dengan Presiden AS Donald Trump.
Takaichi mengkonfirmasi tahap pertama proyek di bawah janji investasi Jepang senilai $550 miliar yang terkait dengan kesepakatan perdagangan bilateral yang pertama kali diumumkan oleh Trump.
Secara terpisah, IMF mendesak Jepang untuk terus menormalisasi kebijakan moneter dan menghindari pelonggaran fiskal, memperingatkan bahwa pengurangan pajak konsumsi akan mengikis ruang fiskal dan menambah risiko fiskal.
Indeks harian Nikkei turun 0,42% dan ditutup pada 56.566, demikian untuk indeks Topix turun 0,68% menjadi 3.761,55.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 turun 0,51% pada posisi 56610.
Saham sektor keuangan memimpin penguatan, dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan Sumitomo Mitsui Financial Group naik antara 0,5% dan 2,8%.



