(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada hari Selasa naik ke level tertinggi dalam 1 minggu dan ditutup naik terdukung komentar hawkish pejabat Fed.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,23% pada 97,13.
Komentar hawkish dari pejabat The Fed meningkatkan dolar AS.
Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, memperingatkan bahwa inflasi jasa tetap tinggi, tetapi ada potensi penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini jika inflasi terus kembali ke target 2% Fed.
Gubernur Fed, Michael Barr, mengatakan, “Berdasarkan kondisi dan data yang ada saat ini, kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk beberapa waktu sambil kita menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko.”
Pelemahan Poundsterling juga mendukung dolar setelah mata uang tersebut jatuh ke level terendah dalam 1 minggu.
Namun kenaikan dolar AS berkurang setelah pasar saham pulih dari kerugian awal dan bergerak lebih tinggi, mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.
Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 17-18 Maret sebesar 7%.
Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Desember AS yang diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data Building Permits November-Desember AS yang diperkirakan meningkat, dan data Housing Starts November-Desember AS yang diperkirakan menurun.
Juga akan ada rilis risalah pertemuan The Fed bulan Januari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak naik dengan dukungan pernyataan hawkish pejabat Fed. Jika malam nanti data ekonomi AS terealisir turun, akan menekan dolar AS. Namun dukungan bisa datang dari risalah pertemuan The Fed yang diperkirakan menahan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 96,95-96,78. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,42-97,72.



