(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY melanjutkan tren pelemahan masuki hari ketiga berturut pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (20/2/2026) setelah rilis data inflasi Jepang terendah sejak Maret 2022.
Data inflasi utama turun menjadi 1,5% dari 2,1%, sementara inflasi inti sesuai dengan target Bank Sentral Jepang sebesar 2%, merupakan laju paling lambat dalam 2 tahun.
Data tersebut memberi bank sentral lebih banyak ruang gerak sebelum mempertimbangkan kenaikan suku bunga, terutama di tengah pemulihan ekonomi yang lesu pada kuartal lalu.
Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi akan membuka sesi parlemen baru dengan rencana untuk meningkatkan investasi strategis, mengejar kebijakan fiskal yang aktif tetapi bertanggung jawab, dan memajukan diplomasi yang tegas.
Yen sudah anjlok 1,6% pekan ini, mengembalikan sekitar setengah dari kenaikan minggu sebelumnya setelah kemenangan telak Takaichi dalam pemilihan.
Secara teknikal pair USDJPY rally mendekati resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair masih berpotensi lanjut ke resisten lemahnya.
Pair kini berada di posisi 155,30 dan sedang naik ke posisi resisten lemahnya di 155.76, jika tembus mendaki ke resisten lanjutan di posisi R3.
Namun jika pair tidak menembus 155.50, berpotensi berbalik turun menuju 154,84, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 156.12 | 155.76 | 155.35 | 155.94 | 154.54 | 154.15 | 153.72 |



