(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY sedikit terkoreksi dari rebound kuat pada awal perdagangan forex sesi Asia hari Senin (23/2/2026) di tengah pergerakan lemah dolar AS dan liburnya pasar keuangan Jepang.
Mengawali perdagangan posisi yen memangkas kerugian pekan lalu dikisaran terendah 2 pekan setelah ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump melemahkan kepercayaan pada dolar AS.
Presiden Trump mengumumkan bea masuk global 15% setelah Mahkamah Agung AS menolak tarif timbal balik sebelumnya.
Perkembangan ini memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan mitranya dapat berantakan, meskipun pejabat senior AS menyatakan bahwa kesepakatan yang ada akan tetap utuh.
Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi berupaya menenangkan pasar setelah agenda pengeluaran ekspansifnya membuat investor gelisah, menguraikan apa yang digambarkannya sebagai strategi fiskal yang bertanggung jawab dan proaktif yang bertujuan untuk menyeimbangkan investasi modal dengan disiplin fiskal.
Dia menggarisbawahi pentingnya mendukung investasi di bidang-bidang seperti keamanan ekonomi, pertanian, energi, dan perawatan kesehatan.
Secara teknikal pair USDJPY yang sudah tertekan hingga ke posisi support lemahnya bergerak kuat menuju posisi pembukaan dan menurut analyst Vibiz Research Center pair masih akan bertahan di area supportnya.
Pair kini berada di posisi 154,24 dan sedang naik ke posisi tertinggi di 154.94, jika tembus mendaki ke resisten kuat di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 155.10, berpotensi berbalik turun menuju 153,98, jika tembus lanjut ke support lanjutan di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 156.48 | 156.06 | 155.54 | 155.12 | 154.52 | 154.19 | 153.67 |



