(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (24/2/2026) di tengah pergerakan rally dolar AS.
Selain penguatan dolar AS, Yen juga dilemahkan oleh kekhawatiran fiskal Jepang dan penundaan kenaikan suku bunga BoJ.
Investor tetap khawatir tentang kesehatan fiskal Jepang di tengah ekspektasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan mengumumkan lebih banyak stimulus untuk mendorong perekonomian.
Selain itu data pertumbuhan PDB Jepang yang lemah pada kuartal keempat tampaknya telah meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga segera oleh Bank Sentral Jepang (BoJ).
Namun kekhawatiran akan intervensi pemerintah Jepang untuk angkat yen serta suasana pasar yang hati-hati dapat membatasi kerugian yang lebih dalam bagi yen sebagai aset safe-haven.
Namun penguatan dolar AS yang signifikan tampaknya terbatas karena meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari tarif global baru Presiden AS Donald Trump sebesar 15%.
Secara teknikal pair USDJPY yang sudah menembus posisi resisten kuat sedang bergerak menuju posisi resisten lemahnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi koreksi.
Pair kini berada di posisi 155,30 dan sedang naik ke posisi 155.63, jika tembus mendaki ke resisten lemahnya di posisi R3.
Namun jika pair tidak menembus 156.00, berpotensi berbalik turun menuju 154,54, jika tembus lanjut ke support kuat di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 156.18 | 155.63 | 155.12 | 154.54 | 154.06 | 153.50 | 153.00 |



