(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Selasa tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,11% pada 1.1772.
Euro turun akibat penguatan dolar AS.
Selain itu, data ekonomi hari Selasa yang menunjukkan bahwa pendaftaran mobil baru di Zona Euro pada bulan Januari turun paling banyak dalam tujuh bulan berdampak negatif bagi euro.
Selanjutnya, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro telah melemahkan perbedaan suku bunga euro setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman 10 tahun turun ke level terendah 2,75 bulan pada hari Selasa di 2,696%.
Pendaftaran mobil baru di Zona Euro pada bulan Januari turun -3,9% y/y menjadi 800.000 unit, penurunan terbesar dalam tujuh bulan.
Swap memperhitungkan peluang 2% penurunan suku bunga sebesar -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore ini akan dirilis data inflasi dan inflasi inti bulan Januari Zona Euro, yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika dolar AS lanjut menguat, akan menekan Euro. Juga jika data inflasi dan inflasi inti Januari Zona Euro terealisir turun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1760-1.1748. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1790-1.1808.



