Rekomendasi Forex Dolar AS 26 Februari 2026 : Tertekan Ketidakpastian Perdagangan; Cermati Data Tenaga Kerja dan Pernyataan Pejabat Fed

100

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup melemah pada hari Rabu terpicu ketidakpastian perdagangan.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,14% pada 97,70.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam dalam pidato kenegaraan memicu ketidakpastian perdagangan dan menekan dolar, ketika menegaskan kembali tekadnya untuk memberlakukan tarif perdagangan.

Demikian juga penguatan pasar saham pada hari Rabu mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Namun penurunan dolar terbatas di tengah pelemahan yen, yang turun ke level terendah 2 minggu terhadap dolar pada hari Rabu. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi pada hari Rabu memperkuat perbedaan suku bunga dolar.

Sedangkan komentar dari Presiden Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, bersifat netral untuk dolar, dengan mengatakan bahwa suku bunga dana federal mendekati netral dan berada pada posisi yang baik untuk menyeimbangkan risiko terhadap lapangan kerja dan inflasi.

Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 17-18 Maret sebesar 2%.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS pekan lalu yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bowman.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan ketidakpastian perdagangan AS dan penguatan pasar saham yang dapat menekan dolar AS. Juga akan mencermati data initial jobless claims yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Namun jika pernyataan pejabat Fed, memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,55-97,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,93-98,15.