(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bangkit dari posisi terendah 6 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Senin (2/3/2026) setelah dibuka sangat lemah karena ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian politik Inggris.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu hingga menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei memicu kekhawatiran bahwa ketegangan dapat meningkat menjadi perang yang lebih luas di kawasan tersebut.
Kondisi tersebut memberikan dukungan kepada mata uang safe-haven seperti dolar AS , namun laju dolar AS terpantau sedang koreksi.
Terkait permasalahan politik Inggris, kekalahan telak Partai Buruh dalam pemilihan sela di Gorton dan Denton menimbulkan pertanyaan tentang kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer.
Secara teknikal, pair bergerak positif menuju area resisten hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi terkoreksi kembali ke area supportnya.
Kini pair berada di posisi 1.3453 yang melaju menuju 1.3478, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3490 akan berbalik arah dan berusaha turun menuju posisi 1.3399. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lemahnya di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3582 | 1,3645 | 1,3514 | 1.3478 | 1.3444 | 1.3406 | 1.3376 |



