Inflasi Tahunan Februari Indonesia Naik Tertinggi Sejak Maret 2023

105

(Vibiznews – Economy & Business) Inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 4,76% pada Februari 2026 dari 3,55% pada bulan sebelumnya, yang mencapai level tertinggi sejak Maret 2023.

Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh efek basis rendah, karena diskon tarif listrik yang diluncurkan pada awal 2025 telah menekan harga tahun lalu, mendorong angka terbaru di atas kisaran target bank sentral sebesar 1,5%–3,5%.

Tekanan kenaikan harga berasal dari sebagian besar komponen, termasuk makanan (3,51% vs 1,54% pada Januari),
perumahan (16,19% vs 11,93%),
pakaian (0,73% vs 0,56%),
perabot rumah tangga (0,21% vs 0,16%),
kesehatan (1,61% vs 1,62%),
transportasi (0,12% vs 0,58%),
rekreasi (0,96% vs 1,05%),
pendidikan (1,11% vs 1,11%),
dan restoran (1,37% vs 1,36%).

Sementara itu, deflasi biaya komunikasi masih berlanjut (-0,09% vs -0,19%).

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan harga yang diatur pemerintah yang fluktuatif, naik menjadi 2,63%, yang terkuat sejak Mei 2023.

Secara bulanan, harga konsumen naik 0,68%, membalikkan penurunan 0,15% pada Januari dan menandai kenaikan bulanan tercepat dalam sepuluh bulan.