Rekomendasi Forex Dolar AS 2 Maret 2026 : Mencermati Permintaan Safe Haven Setelah Perang Israel-AS versus Iran

63

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir melemah pada hari Jumat turun sebesar tertekan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Indeks dolar AS turun 0,19% pada 97,60.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun ke level terendah dalam 4 bulan telah melemahkan perbedaan suku bunga dolar.

Namun pelemahan dolar terbatas pada hari Jumat karena laporan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, yaitu PPI Januari, PMI MNI Chicago Februari, dan pengeluaran konstruksi Desember.

Selain itu, penurunan pasar saham pada hari Jumat meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Permintaan akhir PPI AS Januari naik +0,5% m/m dan +2,9% y/y, lebih kuat dari perkiraan +0,3% m/m dan +2,6% y/y. PPI Januari di luar makanan dan energi naik +3,6% y/y, lebih kuat dari perkiraan +3,0% y/y dan merupakan peningkatan terbesar dalam 10 bulan.

Indeks PMI Chicago MNI AS Februari secara tak terduga naik 3,7 poin menjadi 57,7, lebih kuat dari ekspektasi penurunan menjadi 52,1 dan laju ekspansi tercepat dalam 3,75 tahun.

Pengeluaran konstruksi AS Desember naik +0,3% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,2% m/m.

Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 bp pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 17-18 Maret sebesar 6%.

Namun di akhir pekan terjadi serangan milter bersama Israel dan AS terhadap Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Februari AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik jika permintaan safe haven dolar AS meningkat. Namun jika data ISM Manufacturing PMI Februari AS terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 97,78-97,96. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 97,49-97,38.