(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (2/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,45% atau 75 poin ke level Rp 16.840 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.750. Rupiah terpantau tertekan di hari keduanya ke sekitar seminggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.774 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.840, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.840.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; diangkat permintaan safe haven di tengah perang Iran serta melemahnya euro.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 97,93, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,64.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama melemah tajam 131,767 poin (1,60%) ke level 8.103,718, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah di antara perang US-Israel dengan Iran di mana saham penerbangan merosot, serta mengikuti Wall Street berjangka yang merosot di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.880 – Rp16.705.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



