Dolar AS Jumat Turun Setelah Pelemahan Non Farm Payrolls AS; Masih Dapat Naik Terpicu Kenaikan Minyak

137

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak turun pada hari Jumat setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan tekanan pada The Fed untuk mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga.

Indeks dolar AS bergerak turun 0,19% pada 99,12.

Jumlah pekerja di sektor non-pertanian/Non Farm Payrolls AS turun sebesar 92.000 untuk bulan Februari, dibandingkan dengan perkiraan 50.000 dan di bawah angka Januari yang direvisi ke bawah sebesar 126.000.

Sedangkan tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 4,4% dari 4,3% pada bulan Januari, karena penurunan lapangan kerja di berbagai sektor utama.

Untuk minggu ini, dolar AS masih naik sekitar 1,5%, didukung oleh permintaan safe haven karena perang Timur Tengah yang meningkat dan kenaikan harga minyak mengguncang pasar keuangan.

Serangan AS-Israel terhadap Iran kini telah memasuki hari ketujuh.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa ia ingin berperan dalam memilih pemimpin Iran berikutnya, menolak Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi, sebagai pilihan yang tidak mungkin.

Harga minyak yang lebih tinggi telah memicu kekhawatiran akan munculnya kembali inflasi global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS masih dapat bergerak naik dengan masih meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah, memicu permintaan safe haven dan kenaikan harga minyak yang meningkatkan ekspektasi inflasi. Sedangkan pelemahan data Non Farm Payrolls Februari AS dan peningkatan tingkat pengangguran Februari AS , membatasi kenaikan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,67-98,30. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,41-99,78.