(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD melemah di kisaran terendah dalam 9 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (6/3/2026) karena pertimbangan dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang meningkat.
Ketegangan perang kawasan Timur Tengah meningkat setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mendorong pasukan Kurdi Iran di Irak untuk menargetkan Iran; Azerbaijan memperingatkan pembalasan setelah serangan rudal Iran, dan Kuwait mengatakan sedang mencegat rudal dan drone di wilayah udaranya.
Lonjakan harga minyak mentah yang diperkirakan akan menjaga inflasi tetap tinggi di seluruh Eropa, membatasi kemungkinan penurunan suku bunga Bank of England.
Proyeksi pasar akan penurunan suku bunga RBA bulan ini kurang dari 20%, turun tajam dari lebih dari 80% sebelum terjadinya konflik di Timur Tengah.
Secara teknikal, pair meluncur menuju posisi support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi berbalik kembali mendekati posisi tertingginya di area resisten.
Kini pair berada di posisi 1.3316 yang turun menuju posisi 1.3304, jika tembus lanjut meluncur menuju support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3310 akan berbalik arah dan mendaki kembali menuju 1.3378, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3484 | 1,3433 | 1,3395 | 1.3348 | 1.3304 | 1.3256 | 1.3215 |



