Nikkei Cetak Kerugian Mingguan Terbesar Sejak Akhir Maret 2025, Akhir Pekan Masih di Kisaran Terendah 1 Bulan

152
nikkei

(Vibiznews – Index) – Kenaikan harga saham di bursa Jepang berlanjut hingga penutupan  perdagangan hari Jumat (6/3/2026) oleh aksi bargain hunting di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah.

Indeks harian Nikkei dan Topix menguat, namun secara mingguan alami kerugian mingguan terbesar sejak pekan terakhir Maret 2025 dengan anjlok 5% lebih.

Serangan AS-Israel terhadap Iran kini telah memasuki hari ketujuh, sementara Teheran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone baru di seluruh Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah laporan bahwa Iran telah meminta gencatan senjata dan mengisyaratkan tidak ada keinginan untuk bernegosiasi.

Lonjakan harga minyak mentah, yang memicu kekhawatiran inflasi, juga membebani pasar saham global, dengan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda memperingatkan bahwa perang tersebut dapat secara signifikan mempengaruhi perekonomian Jepang.

Indeks harian Nikkei naik 0,62% dan ditutup pada 55.621, demikian untuk indeks Topix    naik 0,39% menjadi 3.717.

Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 naik 1,07% pada posisi 55730.

Saham-saham teknologi diperdagangkan beragam, dengan penurunan yang signifikan pada Kioxia Holdings (-1,6%), Fujikura (-4,6%), dan Lasertec (-0,7%), sementara kenaikan tercatat pada Advantest (0,7%), Disco Corp (2,6%) dan SoftBank Group (1,6%).