(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak menguat pada hari Senin, mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, setelah harga minyak menembus $100 per barel yang meningkatkan ekspektasi inflasi.
Indeks dolar AS bergerak naik 0,30% pada 99,28.
Ekspektasi inflasi meningkat sejak perang yang di Timur Tengah pekan lalu, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemotongan suku bunga.
Kenaikan indeks dolar AS juga akibat perang AS-Israel menghadapi Iran yang masih berlangsung memasuki minggu kedua, dengan Presiden AS Donald Trump menuntut penyerahan tanpa syarat dari Teheran.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya perang Timur Tengah yang memicu permintaan safe haven, dan melonjaknya harga minyak mentah yang menguatkan ekspektasi inflasi yang dapat menurunkan prospek pemotongan suku bunga Fed. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,59-99,89. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,08-98,87.



