(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (9/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Asia rally setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.935 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.910. Rupiah terpantau terkoreksi di hari keduanya ke level 6,5 minggu terendahnya, dekat dengan area rekor terlemahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.914 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.975, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.935.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia rally setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; kuat di sekitar 3,5 bulan tertingginya di tengah naiknya permintaan sebagai safe haven oleh berlanjutnya konflik perang di Timur Tengah.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,47, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,85.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi merosot 248,318 poin (3,27%) ke level 7.337,369, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dipimpin Nikkei di tengah melejitnya harga minyak dunia ke atas $100 per barrel oleh konflik perang Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan ketiga indeks acuannya berakhir kembali terkoreksi setelah juga rilis tenaga kerja AS yang mengecewakan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.976 – Rp16.843.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



