(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD melaju meninggalkan posisi terendah dalam 3 bulan pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (10/3/2026) karena membaiknya sentimen global pasca penurunan harga minyak mentah dunia.
Retreat harga minyak mentah terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik di Timur Tengah dapat berakhir dengan cepat dan mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz untuk melindungi jalur pelayaran.
Sementara itu, ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England telah bergeser, dengan banyak analis condong ke prospek penurunan suku bunga. Pasar sekarang memperkirakan sekitar 50% kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September, menandai perubahan tajam dari sesi sebelumnya.
Dolar AS terpantau sedang koreksi baik secara indeks dan juga terhadap rival utamanya masuki hari kedua berturut di tengah harapan bahwa perang Timur Tengah akan berdampak lebih kecil pada inflasi daripada yang dikhawatirkan sebelumnya.
Secara teknikal, pair melaju menuju posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi menembus hingga resisten lemahnya.
Kini pair berada di posisi 1.3482 yang turun menuju posisi 1.3304, jika tembus lanjut meluncur menuju support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3310 akan berbalik arah dan mendaki kembali menuju 1.3378, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3660 | 1,3553 | 1,3494 | 1.3388 | 1.3330 | 1.3223 | 1.3165 |



